MEMILIH CAT BATU ALAM YANG TEPAT

MEMILIH CAT BATU ALAM YANG TEPAT

Tidak hanya kayu yang menjadi idola saat ini, batu alam pun tak kalah pamornya. Hanya saja, jangan lupa merawat dan melindunginya, agar tak hilang keindahannya.

Sejak jaman dahulu, batu alam sudah dipakai sebagai pilihan bahan bangunan. Sekarangpun, batu alam bisa dibilang mendominasi pasar, disamping kayu. Tak hanya bangunan etnik yang memakai batu alam, arsitektur bergaya minimalispunbanyak memasukkan batu alam sebagai aksen atau point of interest. Selain digunakan sebagai pelapis dinding, batua alam juga digunakan sebagai materialpelapis lantai, baik interior maupun eksterior.

Akan tetapi, batu alam tidak akan selamanya indah jika tidak dijaga dan dirawat. Untuk itu, diperlukan produk perawatan dan perlindung batu alam yang baik, agar kecantikan batu alam tetap terjaga. Propan menyediakan beberapa macam produk perawatan batu alam yang bisa dipilih berdasarkan kebutuhan, yaitu : Propan Stone Care, Propan Aqua Stone Care, Sicosol, dan Propan Stone Care Cat Batu candi.

batu alam yang di cat

batu alam yang di cat

Berbagai Macam Batu Alam

  1. Jika kita menghitung beberapa macam batu alam di Indonesia, akan sulit dilakukan, karena begitu banyaknya batu alam yang tersedia. Pada satu tempat penambangan saja, bisa dihasilkan beberapa jenis batu yang berbeda. Secara garis besar, batu alam dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok, seperti dibawah ini.
    Batu Candi, Batu ini terbentuk dari pendinginan lava yang keluar saat gunung meletus. Memiliki pori-pori yang besar, dan berwarna gelap. Meski batu candi tergolong batu yang keras, tapi masih bisa diukir, sifat batu ini sangat mudah menyerap air (porous).
  2. Batu Andesit, Batu ini juga terbentuk dari pendinginan lava saat gunung meletus. Berbeda dari batu candi, batu ini berwarna abu-abu, dan pori-porinya sangat sedikit. Kekerasan dan kepadatannya, membuat batu andesit sulit tergores, serta lebih tahan cuaca disbanding batu candi.
  3. Batu Pasir (Sandstone), Butiran-butiran pasir yang mengalami perubahan selama bertahun-tahun sehingga menjadi batu, adalah asal muasal batu pasir. Ada berbagai corak batu pasir, seperti serat kayu, polos, atau berbintik-bintik. Batu ini agak lunak, sehingga mudah dipahat. Seperti halnya batu candi, batu pasir inipun mudah menyerap air. Contoh batu jenis ini adalah paras serayu, merah banjar, dan brexy.
  4. Batu Gamping (Limestone), Bahan dasar batu ini adalah kapur, karakternya sama dengan batu pasir, yaitu lunak dan mudah dipahat. Warna batu sangat beragam, tapi yang paling dominan adalah warna kuning, krem, coklat, dan putih. Beberapa yang termasuk dalam jenis batu ini adalah palimanan, serat jati, doreng, batu paras, dan batu hijau sukabumi.
  5. Batu Sabak (Slate), Batu ini seringkali disebut sebagai batu kali, karena teksturnya yang mirip dengan batu yang ada di sungai (kali), padahal batu ini berasal dari pegunungan. Batu ini sangat keras, berpori halus, dan berlapis-lapis. Lapisan batu membuatnya sangat mudah dibelah menjadi lempengan tipis. Hal ini menyebabkan batu sabak juga sering dikenal dengan nama batu temple.
  6. Batu Marmer, Dari semua jenis batu diatas, batu marmer adalah batu yang paling keras. Batu ini banyak dijadikan lempengan. Corak dan warnanya pun paling beragam disbanding batu lainnya. Yang termasuk jenis batu ini adalah pacitoroso, javaroso, dan marble white.

Perawatan Batu Alam

Kerusakan pada batu alam, sering disebabkan oleh lumut dan jamur. Keduanya akan mudah tumbuh diatas permukaan batu yang lembab. Lumut mudah tumbuh diatas permukaan batu yang langsung terkena sinar matahari, sedangkan jamur tumbuh di atas permukaan batu yang tidak terkena sinar matahari. Salah satu cara untuk mencegah pertumbuhan lumut dan jamur adalah dengan memberikan pelapisan (coating) yang tepat.

Ada dua jenis coating yang bisa dipilih untuk batu alam, yaitu clear coating dan invisible water repellent (penetrating finish). Clear coating membentuk lapisan film di atas permukaan batu, yang menjadikannya tampak lebih indah, bersih, menonjolkan guratan batu, atau menampilkan kesan basah. Sedangkan invisible water repellent adalah coating yang tidak membuat lapisan film di atas permukaan batu, bersifat menolak air, dan membuat batu tetap terlihat alami.

Selain memberikan pelapisan dengan coating yang tepat, perawatan batu alam juga harus memperhatikan kondisi penempatan atau pemasangan batu alam. Batu alam yang dipasang pada dinding luar kolam, sering kali masih tampak berlumut walaupun sudah diberikan coating yang tepat. Hal ini disebabkan oleh kondisi batu yang lembab karena adanya rembesan air yang masuk melalui kolam tersebut. Untuk pencegahannya, dinding kolam tersebut harus diberikan waterproofing sehingga tidak ada kebocoran pada dinding kolam.

Batu alam yang dipasang pada dinding pagar juga seringkali tampak putih karena alkali. Hal ini disebabkan oleh alkali yang terbawa oleh aliran air pada sat hujan, keluar melalui celah-celah batu. Untuk mencegah kondisi yang demikian, pagar harus didisain sebaik mungkin, sehingga tidak ada air hujan yang terjebak dan menggenang diatas permukaan pagar bagian atas. Genangan air ini menyebabkan air merembes dan membawa garamalkali keluar di celah batu alam.

Kategori Terkait :

Gambar Batu Alam dan Harganya

Jenis Batu Alam

Harga Batu Alam Per Meter

Batu Alam Untuk Dinding

Produk Batu Alam

Order Informasi Klik Daftar Harga  Batu Alam

                                      Profile Usaha Batu Alam CV.Sinergi Stone

Contact Order : 0812-229-509-65 // 0818-0466-6265   Pin BB: 7640.8CEE  // 7489.5EFD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sponsored :  batu andesit